THEORI EGOCENTRIS, GEOCENTRIS, HELIOCENTRIS DAN KEPLER

manusia mengenal falak sejak abad ke 28 sebelum Masehi. Bahkan, sekitar 5000 tahun yang lalu, jadi sekitar abad 30 sebelum Masehi, manusia telah mengenal pembahagian hari dalam sepekan, yang berjumlah tujuh hari. Olehnya itu tidaklah mengherankan, bahwa sejak zaman purba manusia telah mengenal dan mempelajari bintang-bintang dan planet-planet di Persada alam ini. 
Di dalam pengamatannya, manusia telah membuat suatu teori tentang apakah yang menjadi pusat dari pada benda-benda langit di alam raya ini. Maka lahirlah beberapa teori, dan yang terkenal ada tiga macam, yakni teori egocentris, geocentris dan heliocentric. Dan khususnya tentang bentuk lingkaran falaknya planet-planet, teori yang sampai sekarang diikuti oleh para ahli, adalah teori kepler.

a. Teori Egocentris, yang berasal dari kata “ego” berarti “saya”; “Centrum” berarti pusat. Demikian pengertian menurut bahasa, Adapun pengertian istilahnya, teori egocentris berarti “suatu faham yang beranggapan, bahwa yang harus di titik pusat dari segala-galanya di alam raya pada bola langit, ialah manusia (saya) itu sendiri dimana dia sedang berada. Teori ini lahir berdasarkan pengalaman manusia berdiri di dataran bumi yang luas. Dia memandang ke langit biru yang nampak di mata bagaikan lingkaran raksasa, melengkung yang berbatas pada suatu garis yang melingkar luas bundar, yang kemudian disebut dengan “kaki langit” atau horizon, cakrawala, atau ufuk.
Pada segala penjuru di kaki langit ini, diamati dan dibandingkan, kemudian terasalah oleh manusia itu, bahwa jarak kaki-kaki langit dengan dirinya sendiri, semuanya nampak sama jauhnya. Maka lalu timbullah anggapan bahwa dimana dia berdiri (manusia/saya) sedang berdiri memandang alam raya ini, di situlah yang menjadi titik pusat dari lingkaran raksasa bola langit yang sedang diamatinya itu. Karena teori atau anggapan ini didasarkan kepada dimana “saya” sedang berada, di situlah titik pusat alam raya ini, dianggap suatu lingkaran yang besar, maka dalam lingkaran itu akan didapati titik pusat lingkaran yang sangat banyak jumlahnya, subjeknya manusia itu sendiri. Dan kalau kolong alam raya ini, dianggap suatu lingkaran yang besar, maka dalam lingkaran itu Akan didapati titik pusat lingkaran yang sangat banyak. Pada hal sudah jelas, bahwa dalam satu lingkaran hanyalah memiliki satu titik pusat saja, tidak mungkin lebih. Olehnya itu, setelah manusia lebih jauh menyelidiki secara ilmu pengetahuan tentang alam raya ini, akhirnya anggapan/teori egocentris, tidak lagi dapat dipertahankan. Maka muncullah pada abab ke II sesudah Masehi, suatu teori kedua yang disebut teori geocentris.

b. . Teori Geocentris, yang berasal dari kata “Ge” artinya “bumi”. Teori ini dikemukan oleh Claudius Ptolomeus ( 90-168 M), seorang ahli bintang di Iskandaria (mesir) keturunan bangsa Yunani. Olehnya teori geocentris ini biasa juga disebut dengan teori teori/sistem Ptolomeus. Teori ini menyatakan, bahwa :
1. Bumi ini adalah merupakan bendan langit yang tetap pada tempatnya, yang tidak bergerak dan tidak beredar, serta menjadi pusat dari semua peredaran benda-benda langit lainnya.
2. Bumi ini dilapisi oleh bola air, kemudian bola udara kemudian bola api, kemudian secara berturut-turut dikelilingi oleh falak-falaknya bulan, Mercurius, Venus, matahari, mars, Yupiter, Saturnus dan yang terakhir oleh falaknya atlas atau falakul aflak.
3. Falakul aflak (atlas), selalu bergerak dan beredar dari timur ke barat, menggerakkan seluruh falak-falak benda-benda langit yang mengedari bumi. Peredaran inilah, yang mengakibatkan terbitnya matahari, bulan dan benda-benda langit lainnya dari arah timur, serta terbenam di barat setiap harinya. Sedang bumi, tetap tinggal di tempatnya dan tidak bergerak, serta tidak beredar.
Perhatikan Gambar

Keterangan Gambar :
1. Bumi
2. Falaknya Bulan
3. Falaknya Mercurius
4. Falaknya Venus
5. Falaknya Matahari
6. Falaknya Mars
7. Falaknya Yupiter
8. Falaknya Saturnus
9. Falaknya bintang-bintang tetap
10. Falaknya atlas
Teori geocentris ini, tersebar luas dan diikuti oleh ahli-ahli falak zamannya, termasuk juga sebagian ahli falak dikalangan Islam yang terkenal antara lain :
a. Abu Abdullah bin Jabir Senan Al Hirasy
b. Abdur Rahman bin Yunus al Mishry.
c. Abul Wafa’ al Buzaji.
d. Ulugh bik
Sampai abad ke 15 teori ini masih diikuti orang. Dan setelah diadakan penyelidikan-penyelidikan lebih lanjut, maka lahirlah teori baru yakni : Teori Heliocentris.

4. Teori Heliocentris, yang berasal dari kata “Helics” artinya : matahari. Teori ini dikemukakan oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543), orang Jerman. Olehnya itu teori ini disebut juga dengan teori / sistem Copernicus.
Menurut teori ini bahwa :
1. Bukanlah bumi yang menjadi pusat dari peredaran benda-benda langit, tetapi mataharilah yang menjadi pusatnya, yang diedari oleh : Mercurius, Venus, bumi, bulan, mars, Yupiter, Saturnus, kemudian beberapa bintang tetap sejenis matahari.
2. falak-falak dari benda-benda langit yang mengitari matahari, bentuknya lingkaran yang bundar.
Lihat Gambar.

Keterangan Gambar :
1. matahari
2. Mercurius
3. Venus
4. bumi
5. bulan
6. mars
7. Yupiter
8. Saturnus
9. bintang-bintang tetap
Teori Copernicus ini telah menggoncangkan dunia pada zamannya. Sebab suatu penemuan yang sama sekali bertolak belakang dengan teori-teori sebelumnya, yang telah diyakini orang sepanjang 14 abab lamanya.
Pihak-pihak yang jelas menentang teori ini, adalah dari golongan para ahli ilmu pengetahuan dan tokoh-tokoh agama Nasrani. Teori Heliocentris ini kemudian didukung dan diikuti oleh ahli-ahli falak lainnya, antara lain: Giordano Bruno (lahir 1548) dan Galileo Galilei (lahir 1564). Teori ini memang masih banyak mengandung kelamahan-kelemahan, tetapi satu hal yang tak dapat diingkari, bahwa sampai sekarang prinsip tentang pusat dari Tatasurya kita ini khususnya, bukanlah bumi yang menjadi pusatnya, tetapi matahari.
Selain itu, teori ini juga mengajarkan, bahwa bumi ini bergerak mengitari matahari, suatu teori yang sampai sekarang tetap diakui kebenarannya.

Teori Kepler
setelah hampir satu abad teori Copernicus berkembang, muncullah seorang ahli bintang kelahiran Jerman yang bernama Johannes Kepler (1571-1630), mengadakan koreksi-koreksi dan penyempurnaan-penyempurnaan.
Ada tiga buah dalil dikemukakan oleh kepler, yang kemudian dikenal sebagai hukum / teori kepler, yakni :
1. Teori Kepler 1 : Falak-falak tempat beredarnya planet-planet mengelilingi matahari, bentuknya berupala lingkaran ellips, sedang matahari beredar pada salah satu titik apinya.
2. Teori Kepler 2 : Setiap planet beredar pada falaknya mengelilingi matahari dengan kecepatan yang sedemikian rupa, sehingga di dalam waktu yang sama, garis hubung antara matahari dengan planet yang bersangkutan dilukiskan dengan bidang-bidang sector yang sama luasnya.

Penjelasan :
Apabila suatu planet P beredar pada falaknya mengelilingi matahari, maka jarak yang ditempuhnya pada P1 ke P2, akan memakan waktu yang sama dengan waktu yang digunakan untuk menempuh jarak antara P3 ke P4, dalam hal ini sama-sama memakan waktu lima hari. Olehnya itu, maka bidang-bidang sector MP1 P2 = MP2 P4 . hal ini berarti, bila satu planet (termasuk bumi) sedang melintasi perihelium (bidang yang dekat dengan matahari), jalannya lebih cepat, bila dibandingkan dengan pada saat planet itu sedang melintasi di aphelium (bidang yang jauh dengan matahari).
3. Teori Kepler 3
Kwadrat (pangkat dua) kala Revolusi planet-planet, berbanding langsung dengan pangkat tiga jaraknya rata-rata ke matahari.

Penjelasannya :
Umpama kala Revolusi (gerak tahunan) planet A = a dan Planet B = b ; sedang jarak rata-rata antara matahari dengan planet A = x dan antara matahari ke planet B = y, maka :
A2 : b2 = x3 : y 3
Hukum kepler 3 ini, dipergunakan oleh astronom-astronom untuk menghitung jarak planet ke matahari

About these ads

ONLINE

Archives

Categories

Hari Ini

September 2008
M T W T F S S
« Aug   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

HILAL

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: